utama

Empat metode pemberian daya dasar pada antena mikrostrip

Struktur dari sebuahantena mikrostripSecara umum, perangkat ini terdiri dari substrat dielektrik, radiator, dan pelat pentanahan. Ketebalan substrat dielektrik jauh lebih kecil daripada panjang gelombang. Lapisan logam tipis di bagian bawah substrat terhubung ke pelat pentanahan. Di sisi depan, lapisan logam tipis dengan bentuk tertentu dibuat melalui proses fotolitografi sebagai radiator. Bentuk pelat radiator dapat diubah dengan berbagai cara sesuai kebutuhan.
Munculnya teknologi integrasi gelombang mikro dan proses manufaktur baru telah mendorong pengembangan antena mikrostrip. Dibandingkan dengan antena tradisional, antena mikrostrip tidak hanya berukuran kecil, ringan, berprofil rendah, mudah disesuaikan, mudah diintegrasikan, berbiaya rendah, dan cocok untuk produksi massal, tetapi juga memiliki keunggulan sifat kelistrikan yang beragam.

Empat metode pemberian daya dasar pada antena mikrostrip adalah sebagai berikut:

 

1. (Pengumpanan Mikrostrip): Ini adalah salah satu metode pengumpanan yang paling umum untuk antena mikrostrip. Sinyal RF ditransmisikan ke bagian pemancar antena melalui saluran mikrostrip, biasanya melalui kopling antara saluran mikrostrip dan patch pemancar. Metode ini sederhana dan fleksibel serta cocok untuk desain banyak antena mikrostrip.

2. (Pengumpanan Terkopel Apertur): Metode ini menggunakan celah atau lubang pada pelat dasar antena mikrostrip untuk memasukkan saluran mikrostrip ke dalam elemen pemancar antena. Metode ini dapat memberikan pencocokan impedansi dan efisiensi radiasi yang lebih baik, serta dapat mengurangi lebar berkas horizontal dan vertikal dari lobus samping.

3. (Pengumpanan Terkopel Jarak Dekat): Metode ini menggunakan osilator atau elemen induktif di dekat saluran mikrostrip untuk memasukkan sinyal ke antena. Metode ini dapat memberikan pencocokan impedansi yang lebih tinggi dan pita frekuensi yang lebih lebar, serta cocok untuk desain antena pita lebar.

4. (Koneksi Koaksial): Metode ini menggunakan kawat koplanar atau kabel koaksial untuk memasukkan sinyal RF ke bagian pemancar antena. Metode ini biasanya memberikan pencocokan impedansi dan efisiensi radiasi yang baik, dan sangat cocok untuk situasi di mana antarmuka antena tunggal diperlukan.

Metode pemberian daya yang berbeda akan memengaruhi pencocokan impedansi, karakteristik frekuensi, efisiensi radiasi, dan tata letak fisik antena.

Cara memilih titik umpan koaksial antena mikrostrip

Saat mendesain antena mikrostrip, pemilihan lokasi titik umpan koaksial sangat penting untuk memastikan kinerja antena. Berikut beberapa metode yang disarankan untuk memilih titik umpan koaksial untuk antena mikrostrip:

1. Simetri: Usahakan untuk memilih titik umpan koaksial di tengah antena mikrostrip untuk menjaga simetri antena. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi radiasi antena dan pencocokan impedansi.

2. Di mana medan listrik paling besar: Titik umpan koaksial sebaiknya dipilih pada posisi di mana medan listrik antena mikrostrip paling besar, yang dapat meningkatkan efisiensi umpan dan mengurangi kerugian.

3. Di mana arus maksimum: Titik umpan koaksial dapat dipilih di dekat posisi di mana arus antena mikrostrip maksimum untuk mendapatkan daya radiasi dan efisiensi yang lebih tinggi.

4. Titik medan listrik nol dalam mode tunggal: Dalam desain antena mikrostrip, jika Anda ingin mencapai radiasi mode tunggal, titik umpan koaksial biasanya dipilih pada titik medan listrik nol dalam mode tunggal untuk mencapai pencocokan impedansi dan karakteristik radiasi yang lebih baik.

5. Analisis frekuensi dan bentuk gelombang: Gunakan alat simulasi untuk melakukan analisis sapuan frekuensi dan distribusi medan/arus listrik untuk menentukan lokasi titik umpan koaksial yang optimal.

6. Pertimbangkan arah pancaran: Jika karakteristik radiasi dengan direktivitas spesifik diperlukan, lokasi titik umpan koaksial dapat dipilih sesuai dengan arah pancaran untuk mendapatkan kinerja radiasi antena yang diinginkan.

Dalam proses desain sebenarnya, biasanya perlu menggabungkan metode-metode di atas dan menentukan posisi titik umpan koaksial optimal melalui analisis simulasi dan hasil pengukuran aktual untuk mencapai persyaratan desain dan indikator kinerja antena mikrostrip. Pada saat yang sama, berbagai jenis antena mikrostrip (seperti antena patch, antena heliks, dll.) mungkin memiliki beberapa pertimbangan khusus saat memilih lokasi titik umpan koaksial, yang memerlukan analisis dan optimasi khusus berdasarkan jenis antena dan skenario aplikasi tertentu.

Perbedaan antara antena mikrostrip dan antena patch

Antena mikrostrip dan antena patch adalah dua jenis antena kecil yang umum. Keduanya memiliki beberapa perbedaan dan karakteristik:

1. Struktur dan tata letak:

- Antena mikrostrip biasanya terdiri dari patch mikrostrip dan pelat ground. Patch mikrostrip berfungsi sebagai elemen pemancar dan dihubungkan ke pelat ground melalui saluran mikrostrip.

- Antena patch umumnya berupa patch konduktor yang diukir langsung pada substrat dielektrik dan tidak memerlukan jalur mikrostrip seperti antena mikrostrip.

2. Ukuran dan bentuk:

- Antena mikrostrip berukuran relatif kecil, sering digunakan pada pita frekuensi gelombang mikro, dan memiliki desain yang lebih fleksibel.

- Antena patch juga dapat dirancang agar berukuran mini, dan dalam beberapa kasus tertentu, dimensinya mungkin lebih kecil.

3. Rentang frekuensi:

- Rentang frekuensi antena mikrostrip dapat berkisar dari ratusan megahertz hingga beberapa gigahertz, dengan karakteristik pita lebar tertentu.

- Antena patch biasanya memiliki kinerja yang lebih baik pada pita frekuensi tertentu dan umumnya digunakan dalam aplikasi frekuensi spesifik.

4. Proses produksi:

- Antena mikrostrip biasanya dibuat menggunakan teknologi papan sirkuit tercetak, yang dapat diproduksi secara massal dan memiliki biaya rendah.

- Antena patch biasanya terbuat dari bahan berbasis silikon atau bahan khusus lainnya, memiliki persyaratan pemrosesan tertentu, dan cocok untuk produksi dalam jumlah kecil.

5. Karakteristik polarisasi:

- Antena mikrostrip dapat dirancang untuk polarisasi linier atau polarisasi melingkar, sehingga memberikan fleksibilitas tertentu.

- Karakteristik polarisasi antena patch biasanya bergantung pada struktur dan tata letak antena dan tidak sefleksibel antena microstrip.

Secara umum, antena mikrostrip dan antena patch berbeda dalam struktur, rentang frekuensi, dan proses pembuatannya. Pemilihan jenis antena yang tepat perlu didasarkan pada persyaratan aplikasi spesifik dan pertimbangan desain.

Rekomendasi produk antena microstrip:

RM-MPA1725-9 (1,7-2,5 GHz)

RM-MPA2225-9 (2.2-2.5GHz)

RM-MA25527-22 (25,5-27 GHz)

RM-MA424435-22(4.25-4.35GHz)


Waktu posting: 19 April 2024

Dapatkan Lembar Data Produk