utama

Produk Antena Tanduk Lensa RFMISO

Apa itu antena tanduk lensa?

Antena Tanduk LensaAntena lensa tanduk adalah struktur antena khusus yang menggabungkan karakteristik elemen lensa dan tanduk. Antena ini umum digunakan dalam sistem komunikasi dan radar pada pita gelombang mikro dan gelombang milimeter. Berbagai parameter antena lensa tanduk akan dijelaskan secara detail di bawah ini.

Gain: Gain adalah kemampuan antena untuk mengubah daya listrik yang masuk menjadi daya yang dipancarkan. Pada antena lens horn, gain biasanya merupakan rasio daya pancaran maksimum ke arah pancaran utama antena terhadap daya pancaran maksimum antena referensi (seperti antena sumber titik ideal). Gain merupakan indikator penting kinerja antena dan secara langsung memengaruhi jarak komunikasi dan sensitivitas penerimaan antena.

Lebar pancaran: Lebar pancaran mengacu pada jangkauan radiasi antena pada arah pancaran utama. Untuk antena lensa-tanduk, lebar pancaran bergantung pada desain tanduk dan bentuk lensa. Lebar pancaran yang lebih kecil menunjukkan bahwa antena memiliki arah dan akurasi pancaran yang lebih tinggi.

Tingkat lobus samping: Tingkat lobus samping mengacu pada tingkat daya radiasi yang dipancarkan ke arah selain arah pancaran utama. Semakin rendah tingkat lobus samping, semakin terkonsentrasi energi radiasi antena ke arah pancaran utama, sehingga memiliki kinerja anti-interferensi dan pengarahan yang lebih baik.

Rasio gelombang berdiri: Rasio gelombang berdiri mengacu pada tingkat kesesuaian impedansi di ujung input antena. Pada antena tanduk lensa, pengukuran rasio gelombang berdiri dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja kesesuaian impedansi antena dan efisiensi transmisi sinyal. Rasio gelombang berdiri yang lebih rendah menunjukkan kesesuaian impedansi yang lebih baik antara antena dan saluran transmisi.

Rentang frekuensi: Rentang frekuensi mengacu pada rentang frekuensi di mana antena dapat bekerja secara normal. Antena tanduk lensa biasanya dirancang untuk digunakan dalam pita frekuensi tertentu, dan rentang frekuensinya bergantung pada karakteristik konstruksi dan material antena.

Jarak kerja efektif: Jarak kerja efektif mengacu pada jarak maksimum di mana antena dapat mencapai kinerja dan kualitas transmisi yang dapat diterima dalam sistem komunikasi atau radar. Parameter ini terkait dengan faktor-faktor seperti penguatan antena, lebar pancaran, dan kondisi lingkungan.

Dimensi Konstruksi: Dimensi konstruksi mengacu pada ukuran dan bentuk fisik antena. Untuk antena tanduk lensa, dimensi konstruksi memengaruhi respons frekuensi, lebar pancaran, dan karakteristik radiasi antena.

Parameter antena tanduk lensa meliputi gain, lebar berkas, tingkat sidelobe, rasio gelombang berdiri, rentang frekuensi, jarak kerja efektif, dan ukuran konstruksi. Parameter-parameter ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti kinerja antena, direktivitas, pencocokan impedansi, kemampuan adaptasi frekuensi, dan ukuran fisik, dan sangat penting untuk desain, optimasi, dan aplikasi antena.

Produk Terkait

RM-LHA85115-30, 8.5-11.5GHz


Dapatkan Lembar Data Produk