utama

Teori Antena – Pola Radiasi

Radiasi adalah istilah yang menggambarkan intensitas gelombang elektromagnetik yang dipancarkan atau diterima oleh antena. Dalam ilustrasi antena apa pun, diagram yang menggambarkan karakteristik radiasi antena dikenal sebagai pola radiasinya. Dengan mengamati pola radiasi, seseorang dapat secara intuitif memahami fungsi dan direktivitas antena. Daya yang dipancarkan oleh antena memengaruhi baik daerah medan dekat maupun medan jauh.

Secara grafis, radiasi dapat dinyatakan sebagai fungsi dari posisi sudut antena dan jarak radial. Fungsi matematis ini menggambarkan karakteristik radiasi antena, yang biasanya diwakili oleh medan listrik E(θ,ϕ) dan medan magnet H(θ,ϕ) dalam koordinat bola.

Pola Radiasi

Energi yang dipancarkan oleh antena dicirikan oleh pola radiasinya. Pola radiasi adalah representasi grafis tentang bagaimana energi yang dipancarkan didistribusikan di ruang angkasa sebagai fungsi arah. Sekarang mari kita lihat pola radiasi energi yang umum.

 
pola_radiasi

Gambar di atas menunjukkan pola radiasi antena dipol. Energi yang dipancarkan diwakili oleh pola yang digambarkan sepanjang arah tertentu, dengan panah menunjukkan arah radiasi. Pola radiasi dapat diklasifikasikan sebagai pola medan atau pola daya.

Pola medan merupakan fungsi dari medan listrik dan medan magnet dan biasanya digambarkan pada skala logaritmik.

Pola daya merupakan fungsi dari kuadrat besaran medan listrik dan medan magnet dan biasanya digambarkan pada skala logaritmik, yaitu dalam dB.

Pola Radiasi 3D

Pola radiasi 3D adalah grafik tiga dimensi yang digambarkan dalam koordinat bola (r,θ,ϕ), dengan titik asal di pusat sistem koordinat. Tampilannya seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini —

pola_radiasi_3d

Gambar tersebut menunjukkan pola radiasi 3D dari antena omnidirectional, yang dengan jelas menggambarkan tiga sumbu koordinat (x, y, z).

Pola Radiasi 2D

Pola radiasi 2D dapat diperoleh dengan membagi pola 3D menjadi bidang horizontal dan vertikal. Kedua pola yang dihasilkan masing-masing disebut sebagai pola bidang horizontal dan pola bidang vertikal.

pola_radiasi_2d

Seperti yang disebutkan di atas, gambar tersebut menunjukkan pola radiasi antena omnidirectional pada bidang H dan bidang V. Bidang H mewakili pola horizontal, sedangkan bidang V mewakili pola vertikal.

Formasi Lobus

Dalam representasi pola radiasi, berbagai bentuk sering ditemui, yang menunjukkan wilayah radiasi utama dan minor. Wilayah-wilayah ini membantu mengevaluasi efisiensi radiasi antena. Untuk pemahaman yang lebih baik, lihat gambar di bawah ini, yang mengilustrasikan pola radiasi antena dipol.

pembentukan lobus

Dalam pola radiasi, biasanya terdapat lobus utama, lobus samping, dan lobus belakang.

•Bagian utama dari medan radiasi, yang mencakup area luas, disebut lobus utama atau berkas utama. Di sinilah energi radiasi maksimum terkonsentrasi, dan arahnya menunjukkan direktivitas antena.

•Bagian lain dari pola radiasi yang tersebar secara lateral disebut lobus samping atau lobus minor. Ini adalah daerah di mana daya terbuang.

•Selain itu, terdapat lobus yang berorientasi tepat berlawanan dengan lobus utama, yang dikenal sebagai lobus belakang, yang juga merupakan jenis lobus samping. Sejumlah besar energi juga terbuang di sini.

Contoh

Jika antena yang digunakan dalam sistem radar menghasilkan sidelobe, pelacakan target menjadi sangat sulit. Hal ini karena sidelobe tersebut menimbulkan target palsu. Membedakan target sebenarnya dari target palsu sangatlah merepotkan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja dan menghemat energi, sidelobe ini harus ditekan atau dihilangkan.

Tindakan Perbaikan

Energi radiasi yang terbuang dengan cara ini perlu dimanfaatkan. Jika lobus-lobus kecil ini dapat dihilangkan dan energi tersebut dialihkan ke satu arah—yaitu, menuju lobus utama—maka pengarahan antena akan meningkat, sehingga meningkatkan kinerjanya.

Jenis-jenis Pola Radiasi

Jenis pola radiasi yang umum meliputi:

•Pola Omnidireksional (juga disebut pola nondireksional): Pola ini biasanya tampak seperti bentuk donat dalam tampilan 3D, sedangkan dalam tampilan 2D membentuk pola angka delapan.

•Pola Sinar Pensil: Sinar tersebut menunjukkan bentuk seperti pensil yang tajam dan terarah.

•Pola Pancaran Kipas: Pancaran tersebut membentuk pola seperti kipas.

•Pola Berkas Berbentuk: Berkas yang tidak seragam dan tidak memiliki pola teratur disebut pola berkas berbentuk.

Titik acuan untuk semua jenis radiasi ini adalah radiasi isotropik. Meskipun radiasi isotropik tidak dapat diwujudkan secara fisik, ia tetap menjadi acuan yang penting.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang antena, silakan kunjungi:


Waktu posting: 10 April 2026

Dapatkan Lembar Data Produk